Lapas Narkotika Kelas II A Bolangi 'Membludak', Suwandi: Masih Bisa Terkendali

indonesiasatu, 18 Jan 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

GOWA- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika kelas II A Sungguminasa yang terletak di Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallasang, Kabupaten Gowa mengalami kelebihan kapasitas tahanan. 

Menurut Kepala Pengamanan Lapas Narkotika Kelas II A Bolangi, Suwandi, mengatakan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) melebihi kapasitas hingga hampir tiga kali lipat. Dari jumlah itu mayoritas warga binaan yang tersangkut kasus narkoba.

“Memang kita akui di Lapas Narkotika Bolangi ini, dengan jumlah penghuni isi sekarang 1209 orang, itu sangatlah tidak memadai dengan ruangan, selain itu petugas juga tidak seimbang, karena hanya 14 orang yang bertugas," ungkapnya Jumat (17/1/20).

Sedangkan katanya, yang berjaga setiap harinya itu hanya 14 orang, itu kalau masuk semua bertugas, ada 14 orang jadi memang tidak seimbang dengan kapasitas penghuni Lapas yang ada.

Kalau untuk penjaga di pos, ada 3 pos, jadi maksimal 5-6 orang yang jaga dan mereka harus menghadapi warga binaan 1209 orang.

"Yang jelasnya, tidak maksimal dengan petugas yang ada, selain itu juga ruangan terbatas disini.Mereka tidur disetiap kamar, ada yang sampai 30 orang, jadi yang tadinya di depan kamar mandi itu tidak ditiduri, sekarang mereka harus tidur didepan kamar mandi, bahkan ada hanya beralaskan sarung saja mereka tidur, dari pada mereka tidak tidur. Makanya dimanapun, mereka tidur bergeletak karena kapasitas ruangan yang tidak memadai," mirisnya.

Ia juga menjelaskan sebenarnya maksimal di Lapas Narkotika, muat kapasitasnya hanya 300 orang, tetapi ini kapasitasnya ada 1209 orang dan yang bertugas juga minim apabila dibandingkan dengan penghuni Lapas sekarang tidak seimbang.

"Andaikan Lapas ini dijadikan tingkat tiga, itu baru kapasitas bisa memadai dengan warga binaan," terang Suwandi, yang sudah 3 tahun, tugas di Lapas Narkotika Bolangi.

Tetapi walaupun petugas kami kurang disini, kita tetap berusaha, yang penting bagaimana mereka itu didalam bisa tenang dan tidak ada keributan- keributan yang signifikan.

"Saya juga bersyukur karena semuanya masih bisa terkendali," tukasnya.

Lanjut katanya juga pengamanannya lebih kepada persuasif, pendekatan secara emosional, sebab kalau mau diilihat dari isi perbandingan dengan isi tenaga pengamanan, jauh berbeda, jadi memang kita harus menggunakan komunikasi persuasif.

Yang bertujuan untuk mengubah perilaku dan pola pikir seseorang, dan untuk memotivasi seseorang dalam melakukan suatu tindakan.

Selain itu aktif dalam kegiatan keagamaan, seperti jumat ibadah itu rutin dilakukan setiap hari jumat dan pesantren juga dilakukan setiap hari, dari jam 9 wita sampai dengan jam 11.00 wita.

"Alhamdulillah sudah ada cetusan hafidz Quran dari warga binaan sebanyak 10 orang dan untuk pesantren juga sudah ada yang diwisuda, gelombang pertama sebanyak 200 orang dan gelombang kedua, ada 150 orang," kuncinya.(Shanty)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu