Bacakan Eksepsi, Tim Kuasa Hukum Terdakwa Sebut Ini Perkara Perdata Bukan Pidana

steven, 07 Nov 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

MANADO-Sidang lanjutan terhadap terdakwa ASL alias Adi digelar, Rabu(6/11/19) di Pengadilan Negeri Manado dipimpin majelis hakim Denny Tulangow dengan agenda pembacaan eksepsi/nota keberatan.

Adapun eksepsi terdakwa ASL alias Adi dibacakan oleh tim kuasa hukumnya, yaitu Alfianus Boham SH, Wilmon Pelupessy SH, MH, serta Wensy Wengke SH secara bergantian.

Dimana Adi didakwa melakukan tindak pidana melanggar pasal 378 serta 372 KUH Pidana.

Para pengacara dalam membacakan eksepsi tersebut mengucapkan terima kasih kepada Majelis Hakim  yang telah memberikan mereka kesempatan kepada mereka untuk mengajukan eksepsi  terhadap surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Marianna Matulessy SH.

Pertama pada keberatan (eksepsi)  surat dakwaan adalah salah kompetensi absolut pengadilan, dimana kuasa hukum mengatakan ini merupakan perkara Perdata, karena bicara tentang hutang piutang, dimana terdakwa Adi telah melakukan pembayaran sebesar Rp. 1.103.000.000,- (satu milyar seratus tiga juta rupiah) dari total hutang Rp. 1.627.220.000,-(satu milyar enam ratus dua puluh tujuh dua ratus dua puluh juta rupiah), sehingga sisa yang belum terbayar sebesar Rp. 524.220.000,- (lima ratus dua puluh empat dua ratus dua puluh rupiah), dan juga penasehat hukum mengingatkan tentang pasal 1320 KUH Perdata tentang syarat sahnya suatu perjanjian.

Yang kedua, keberatan(eksepsi) surat dakwaan adalah tidak jelas (obscuur libel), dimana menurut tim kuasa hukum dalam surat dakwaan yang dibuat oleh Jaksa Penuntut Umum adalah tidak jelas dan kabur, hal tersebut terlihat dengan dipergunakannya kata setidak-tidaknya dan ditempat -tempat yang tak dapat dirinci lagi dalam menentukan locus dan Tempus delicti.

Oleh karenanya berdasarkan sejumlah alasa-alasan yang telah dikemukakan, para penasehat hukum meminta Majelis Hakim menjatuhkan putusan sela sebagai berikut :

1.Menyatakan eksepsi/keberatan terdakwa ASL alias Adi diterima;

2.Menyatakan Pengadilan Negeri Manado khusus tindak Pidana tidak berwenang mengadili perkara a quo;

3.Menyatakan dakwaan Jaksa Penuntut Umum terhadap terdakwa ASL alias Adi batal demi hukum, atau setidak-tidaknya dakwaan Jaksa Penuntut Umum tidak dapat diterima;

4.Membebaskan terdakwa ASL alias Adi dari segala dakwaan;

5.Memulihkan nama baik terdakwa dalam pada keadaan semula;

6.Membebankan biaya yang timbul dalam perkara ini kepada negara.

 

 

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu